SantriPreneur.ID – Madrasah Aliyah (MA) Darus Salam Bermi terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, madrasah yang berada di bawah naungan pondok pesantren ini resmi meluncurkan SantriPreneur.ID, sebuah program unggulan yang dirancang untuk membentuk santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kemampuan digital, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha.
Peluncuran program ini menjadi salah satu langkah strategis MA Darus Salam Bermi dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, santri tidak cukup hanya dibekali ilmu keagamaan, tetapi juga harus memiliki keterampilan yang mampu memberikan nilai tambah bagi dirinya maupun masyarakat.
Dalam wawancara khusus, Kepala MA Darus Salam Bermi, Azkaa Najmuts Tsaqib,M.Pd menjelaskan bahwa lahirnya SantriPreneur.ID merupakan hasil dari evaluasi terhadap kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
“Kami ingin mengubah paradigma bahwa lulusan madrasah tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga siap menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Santri harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, memiliki keterampilan, dan memanfaatkan teknologi secara positif,” ujar Azkaa.
Menjawab Tantangan Zaman
Menurut Azkaa, perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk dunia usaha.
Saat ini, banyak peluang bisnis yang dapat dijalankan hanya dengan bermodalkan kreativitas, kemampuan memanfaatkan internet, serta kemauan untuk terus belajar.
Karena itu, SantriPreneur.ID hadir sebagai wadah bagi siswa untuk mengenal dunia bisnis sejak masih duduk di bangku madrasah.
“Kami melihat generasi muda sekarang sangat dekat dengan media sosial. Daripada hanya menjadi pengguna, kami ingin mereka menjadi kreator, pelaku usaha, bahkan mampu menghasilkan pendapatan melalui kemampuan yang mereka miliki,” jelasnya.
Program ini dirancang dengan pendekatan praktik sehingga siswa tidak hanya menerima teori di dalam kelas, tetapi juga langsung menerapkannya dalam berbagai proyek nyata.
Apa Itu SantriPreneur.ID?
SantriPreneur.ID merupakan program pengembangan kompetensi berbasis kewirausahaan yang mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan keterampilan bisnis modern.
Program ini tidak hanya mengajarkan cara berdagang, tetapi juga membangun karakter santri yang:
- Jujur.
- Amanah.
- Disiplin.
- Kreatif.
- Inovatif.
- Mandiri.
- Bertanggung jawab.
Semua nilai tersebut dipadukan dengan kemampuan digital agar lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Materi yang Akan Dipelajari
Menurut Azkaa, peserta SantriPreneur.ID akan mendapatkan berbagai materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha masa kini.
Beberapa di antaranya meliputi:
1. Digital Marketing
Santri akan belajar cara memasarkan produk melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga marketplace.
2. Desain Grafis
Kemampuan membuat poster, banner, logo, dan konten promosi menjadi salah satu keterampilan yang akan diajarkan.
3. Content Creator
Siswa akan dikenalkan cara membuat konten video, fotografi produk, hingga teknik editing sederhana.
4. Public Speaking
Kemampuan berbicara di depan umum juga menjadi bekal penting bagi seorang entrepreneur.
5. Branding
Santri diajarkan membangun identitas usaha agar mudah dikenal masyarakat.
6. Manajemen Bisnis
Mulai dari menyusun rencana usaha, menghitung modal, menentukan harga, hingga mengelola keuntungan.
7. Literasi Keuangan
Program ini juga membekali siswa mengenai pengelolaan keuangan secara sehat sesuai prinsip syariah.
Belajar Langsung dari Praktisi
Keunggulan SantriPreneur.ID tidak hanya terletak pada kurikulumnya.
MA Darus Salam Bermi juga berencana menghadirkan pelaku usaha, digital marketer, content creator, jurnalis, hingga alumni yang telah sukses di berbagai bidang untuk berbagi pengalaman kepada para siswa.
“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari orang yang benar-benar menjalani dunia usaha. Pengalaman mereka akan menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi para santri,” tutur Azkaa.
Berbasis Proyek Nyata
Berbeda dengan pembelajaran konvensional, SantriPreneur.ID menerapkan metode project-based learning.
Artinya, setiap peserta akan didorong untuk memiliki proyek bisnis sederhana selama mengikuti program.
Contohnya:
- Membuat produk makanan.
- Menjual hasil karya kreatif.
- Mengelola toko online.
- Membuat website sederhana.
- Menjadi content creator edukasi.
- Mengembangkan bisnis berbasis pesantren.
Melalui proyek tersebut, siswa belajar menghadapi tantangan dunia usaha secara langsung.
Mengembangkan Potensi Santri
Azkaa menegaskan bahwa setiap santri memiliki potensi yang berbeda.
Ada yang berbakat dalam berdagang, desain grafis, fotografi, videografi, menulis, hingga berbicara di depan umum.
Karena itu, SantriPreneur.ID dirancang agar mampu menjadi ruang pengembangan seluruh potensi tersebut.
“Kami tidak ingin ada bakat anak yang terpendam. Semua memiliki kesempatan berkembang sesuai minat dan potensinya,” katanya.
Memanfaatkan Teknologi Secara Positif
Salah satu tujuan utama program ini adalah mengubah cara pandang siswa terhadap teknologi.
Jika selama ini media sosial lebih banyak digunakan untuk hiburan, melalui SantriPreneur.ID siswa akan belajar memanfaatkannya sebagai sarana belajar, promosi, hingga membangun usaha.
Azkaa berharap para santri mampu menjadi generasi yang produktif di era digital.
Siap Menghadapi Indonesia Emas 2045
Menurut Azkaa, Indonesia akan menghadapi bonus demografi dalam beberapa tahun ke depan.
Momentum tersebut harus dimanfaatkan dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan lengkap.
“Kami ingin lulusan MA Darus Salam Bermi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan nyata yang dapat digunakan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Ia optimistis bahwa SantriPreneur.ID dapat menjadi salah satu program yang mendukung lahirnya generasi Indonesia Emas 2045.
Dukungan Orang Tua
Program ini juga mendapat respons positif dari orang tua siswa.
Banyak wali murid berharap anak-anak mereka memperoleh bekal keterampilan tambahan selain pelajaran formal.
Dengan adanya SantriPreneur.ID, orang tua merasa lebih yakin bahwa madrasah memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Membangun Ekosistem Kewirausahaan
Ke depan, MA Darus Salam Bermi tidak hanya ingin memiliki program pelatihan.
Madrasah juga menargetkan terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang melibatkan:
- Guru.
- Siswa.
- Alumni.
- Orang tua.
- Dunia usaha.
- Mitra industri.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi para lulusan.
Menjadi Ikon Baru Madrasah
SantriPreneur.ID diproyeksikan menjadi salah satu identitas baru MA Darus Salam Bermi.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik madrasah sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Azkaa menegaskan bahwa pendidikan agama tetap menjadi fondasi utama, sementara keterampilan kewirausahaan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan setelah lulus.
“Santri yang ideal adalah mereka yang kuat akhlaknya, luas ilmunya, mandiri ekonominya, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Itulah semangat yang ingin kami bangun melalui SantriPreneur.ID,” pungkasnya.
Kesimpulan
Hadirnya SantriPreneur.ID Program Baru MA Darus Salam Bermi menjadi bukti bahwa madrasah terus berinovasi menjawab tantangan zaman. Program ini memadukan pendidikan agama, karakter, teknologi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Melalui materi seperti digital marketing, desain grafis, content creation, branding, public speaking, hingga manajemen bisnis, para santri tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menciptakan peluang usaha.
Sebagaimana disampaikan Kepala MA Darus Salam Bermi, Azkaa Najmuts Tsaqib, tujuan utama SantriPreneur.ID adalah mencetak generasi santri yang berakhlak mulia, inovatif, mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Dengan semangat tersebut, program ini diharapkan menjadi salah satu model pendidikan madrasah yang mampu melahirkan lulusan siap bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan global.
